Uji Efektivitas Cuka Apel Sebagai Penghambat Pertumbuhan Jamur

Uji Efektivitas Cuka Apel Sebagai Penghambat Pertumbuhan Jamur Tricophython rubrum Eka Nurdianty Anwar, S. Si., M.PdSi Akademi Analis Kesehatan Harapan Bangsa (AAK-HB), Bengkulu

Uji Efektivitas Cuka Apel Sebagai Penghambat Pertumbuhan

Jamur Tricophython rubrum

Eka Nurdianty Anwar, S. Si., M.PdSi

Akademi Analis Kesehatan Harapan Bangsa (AAK-HB), Bengkulu

Abstrak

Jamur Trichophyton rubrum  merupakan jamur penyebab penyakit kulit. Pengobatan yang dilakukan untuk penyakit kulit karena jamur umumnya menggunakan oba-obatan kimia. Obat dari tanaman atau obat herbal belum banyak dikembangkan. Cuka apel diketahui mengandung tanin yang dapat menghambat pertumbuhan jamur dan bakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cuka apel cukup efektif untuk menghambat pertumbuhan jamur Trichophyton rubrum.Bahkan pada konsentrasi ≥ 80% kemampuannya melebihi kemampuan obat kimiaketokonazol 2%.

Keyword : cuka apel, jamur Trichophyton rubrum

  1. Pendahuluan

Penyakit kulit cukup banyak dialami oleh masyarakat. Penyebabnya antara lain karena infeksi jamur. Salah satu yang menjadi penyebab sakit kulit adalah jamur Trichophyton rubrum. Jamur Trichophyton rubrum menyerang jaringan kulit dan menyebabkan beberapa infeksi kulit antara lain tinea pedis, tinea kruris, korporis dan tinea unguium [1].

Pengobatan yang dilakukan terhadap penyakit kulit karena jamur umumnya menggunakan obat – obatan kimia. Obat kimia yang dapat diberikan kepada penderita penyakit kulit karena jamur adalah antara lain griseofulvin oral, mikonazol, asam salisilat atau larutan asam benzoate dan ketokonazol 2%.

Obat-obat kimia diketahui bisa menimbulkan efek samping bagi pengguna. Obat dari tumbuhan atau herbal perlu dikembangkan karena efek sampingnya terhadap tubuh relatif kecil.

Pengolahan buah apel menjadi cuka apel telah diteliti kandungannya. Salah satu kandungan cuka apel adalah tanin yang dapat menghambat pertumbuhan jamur dan bakteri [2].

Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah cuka apel cukup efektif untuk menghambat pertumbuhan jamur Trichophyton rubrum.

  1. Teori Singkat

Trichophyton rubrum adalah salah satu spesies jamur golongan dermatofita yang menyebabkan penyakit kulit, salah satu penyakit yang disebabkan oleh jamur ini adalah tinea korporis dan tinea unguium [3].

Cuka apel adalah cairan hasil fermentasi dari buah apel yang banyak mengandung zat yang berguna untuk manusia salah satunya tanin sebagai anti bakterti dan anti jamur [4].

Zona hambat adalah zona bening(tidak ada pertumbuhan jamur) sekitar disk obat [5].

  1. Metode Eksperimen

Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah cuka hasil fermentasi apel, aquades, alkohol 70%, disk obat, NaCl fisiologis 2%, ketokonazol 2%, media Sabouraud Dextrose Agar (SDA),  dan biakan jamur  Trichophyton rubrum.

Sedangkan peralatan untuk  diameter zona hambat menggunakan mistar atau penggaris.

Langkah pertama adalah sterilisasi alat dan menyiapkan bahan-bahan yang digunakan . Cuka apel yang sudah dibuat dilakukan pengenceran hingga mendapatkan beberapa variasi konsentrasi 20%, 40%,60%,80%,100% . Kontrol negatif  menggunakan aquades sedangkan kontrol positif menggunakan ketokonazol 2%.

Langkah berikutnya adalah diffusion test , yaitu  menempelkan disc obat ke masing-masing larutan cuka apel, kontrol negatif dan kontrol positif. Sementara itu dilakukan penanaman jamur  Trichophyton rubrum di media agar. Masing-masing disc obat tadi lalu ditempelkan ke biakan jamur  Trichophyton rubrum di media agar.

     Inkubasi dilakukan dalam kedalam inkubator  pada suhu 350C selama 18 jam. Setelah diinkubasi dilakukan pengukuran zona hambat menggunakan mistar atau penggaris. Hasil zona hambat di biakan jamur yang diberi cuka apel dengan zona hambat di kontrol positif lalu dibandingkan.

  1. Hasil

     Dengan menggunakan metode diffusion test , hasil uji efektivitas cuka apel terhadap pertumbuhan jamur Trichophyton rubrum dalam media Soboroud Agar tampak seperti di tabel berikut ini.

Tabel 4.1 Data diameter zona hambat pada media SDA

KonsentrasiCukaApel Diameter zonahambat Hasil Keterangan
Kontrolpositif 0 mm Pembanding < 20 mm
Kontrolpositif 20 mm Pembanding < 20 mm
20% 11 mm TidakEfektif < 20 mm
40% 13 mm TidakEfektif < 20 mm
60% 17 mm TidakEfektif < 20 mm
80% 21 mm Efektif > 20 mm
100% 23 mm Efektif > 20 mm

     Dari tabel di atas tampak bahwa cuka apel efektif untuk menghambat pertumbuhan jamurTrichophyton rubrum yang menjadi penyebab sakit kulit pada manusia. Dari konsetrasi terendah 20% cuka apel sudah mampu menghambat separuh dari kemampuan hambatan oleh obat ketokonazol 2%. Bahkan pada konsentrasi yang lebih tinggi yaitu ≥ 80% cuka apel kemampuannya untuk menghambat pertumbuhan jamur Trichophyton rubrum melebihi kemampuan obat ketokonazol 2%.

     Cuka apel mampu menghambat pertumbuhan jamur ini karena cuka apel mengandung tanin yang berfungsi anti jamur dan anti bakteri yang dapat menghambat pertumbuhan jamur dan bakteri. Melihat kemampuannya untuk menghambat pertumbuhan jamur cukup besar, menandakan bahwa kandungan tanin didalam cuka apel cukup besar pula.

  1. Kesimpulan

Dari hasil dan pembahasan penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa :

  1. Cuka apel cukup efektif untuk menghambat pertumbuhan jamur Trichophyton rubrum.
  2. Knsentrasi cuka apel yang cukup tinggi (≥ 80%) bisa menghambat pertumbuhan jamurTrichophyton rubrummelebihi kemampuan obat ketokonazol 2%.
  1. Daftar Acuan

[1]   Kuswadji, W.S. Obat Anti jamur Dermatomikosis. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

[2]   Puspaningtyas, D. 2013. The Miracle of Fruits. Jakarta: Agromedia Pustaka.

[3]   Jawetz, E. Melnick, J.L dan Adelberg, E.A. 1996. Mikrobiologi Kedokteran.Surabaya: Salemba.

[4]   Al-husaini, A. 2008. Cantik Tanpa Make Up. Jakarta: Pustaka Islami.

 [5] Soemarno, Isolasi dan Identifikasi Bakteri Klinik, Yogyakarta: AAK Yogyakarta, Departeman Kesehatan Republik Indonesia, 2000.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *